Berlibur, Bekerja & Bersekolah di Australia. Semua yang saya tulis di sini berdasarkan pengalaman pribadi saya selama tinggal hampir 3 tahun di Australia.
Berkunjung sebagai Turis.
Tahun 2014 untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di negri kanguru. Kala itu saya datang sebagi turis, tentu saja saya datang dengan tourist visa. Saya menghabiskan hampir satu bulan untuk mengunjungi Sidney, Melbourne, Cairns dan sekitarnya. Baca disini untuk lebih lebih detailnya sebagi turis di Australia.
Dari perjalanan perdana saya di Australia membuka mata saya tentang peluang untuk bekerja dan berlibur lebih lama di Australia, yaitu dengan memanfaatkan Working and holiday visa (WHV). Good news, buat men-temen yang tertarik untuk datang ke Australia dengan WHV, pemerintah Australia dari tahun ketahun menignkatkan jumlah quota dan bahkan tahun untuk warga negara Indonesia. Dari awal Indonesia hanya di batasi dengan quota sebanyak 500 ke 1000 quota/ tahun dan dari hanya satu tahun, menjadi 2 tahun bahkan bisa di perpanjang hingga 3 tahun aktif mulai 2019. Untuk info lebih lanjut mengenai syarat dan cara untuk memperoleh working holiday visa Australia, klik di sini.
WHV angkatan saya hanya dapat 2 tahun kala itu, oh well. Lanjut, di penghujungworking holliday saya yang hampir expired. Kala itu hanya tinggal 5 minggu, entah dari mana sampai akhir nya terbesit keinginan untuk stay lebih lama di Australia dengan cara apply student visa onshore. Dan itu lah yang saya lakukan.
Hidup di Autralia sebagi pelajar sangatlah berbeda dengan kehidupan sebagain WHV warrior. Ada Batasan waktu kerja yakni 20 jam per fortnight (2 minggu).
Leave a comment