PSSSTTT, SHOCK CULTURE

Malam sebelum tidur, di akomodasi favorite-nya para backpacker untuk menhemat duit: Hostel. Khususnya kamar dorm. Untuk dorm, satu ruangan bisa berisi dari hanya 4 bed, 2 kamar tinggat ( bunk bed) sampai belasan bahkan puluhan bed. Dorm yang saya tempati total ada delapan bed: 4 bunk bed.  

Bed sebelah terus berdecit. Handuk, selimut dan semacam kain Bali menjadi semacam tirai penghalang ala kadarnya. Terdengar nafas berburu, diikuti pemandagan tirai ala-ala yang terus melambai-rumbai.

Kasian mbak Argentina yang ada di bed atas.

Bangun pagi, jogging dan ikut kelas yoga di sekitaran Esplanade Lagoon, Cairns. Sampai dihostel, langsung menuju kamar mandi. Hostel yang ku tempati memiliki dua lantai. Saya berada di lantai atas. Kamar mandi memiliki tiga bagian: kamar mandi khusus wanita, pria dan campur. Meskipun tiap bagian memiliki sekitar sepuluh shower tetap saja, ada saat-saat tertentu dimana kita harus mengantri. Yups, ngantriii man!

Okay, sudah saya pilih kamar mandi paling ujung yang bakal saya tunggu. Ambil buku, duduk, baca-baca sembari menunggu. Kelar baca satu chapter, mbak-mbak yang ngantri di kamar mandi sebelah sudah kelar dan silih berganti.

“..tok…tok..tok..!!” saya ketuk pintu.

Pssssss…. Suara air mengalir.

Oh well, mungkin si mbak di dalam hampir kelar tinggal bilas.

Lima menit kemudian.

Hmmm, si mbak belum kelar juga. Serentak saya berdiri, tenggok kanan kiri. Kamar mandi yang lain sudah terlanjur ditunggu oleh mbak-mbak yang baru datang. Okelah terpaksa saya stay dan menunggu, LAGI.  

Lamaaa…

Kreekk.. pintu terbuka.

Mbak Afro-American keluar dengan rambut masih basah dan selehai handuk mini membalut tubuh ala kadarnya. Si mas Italy dari bunk bed tentangga sebelah mengikuti, hanya mengenakan semacam celana dalam. Di gandengnya mbak berambut keriting berhanduk biru.

Klek, pintu terbuka. Saya balik badan, kembali kekamar, ganti baju, semprot perfume kiri-kanan langsung cuss keluar.

Featured post

HAL YANG PERLU DILAKUKAN KETIKA BARU TIBA DI AUSTRALIA, THE ULTIMATE GUIDE

Kartu-kartu sakti selama di Australia

Apa saja yang men-temen perlukan ketika kalian baru tiba di Australia? Sebenarnya ada banyak hal yang ‘wajib’ dilakukan, tetapi ada tiga hal penting yang akan saya bahas di sini. Ketiga hal tersebut adalah: cara mendapatkan Tax File Number (TFN), cara membuat akun bank + superannuation dan cara memperoleh myki card (bagi yang tinggal di kawasan Victoria).

Apa itu Tax File Number?

Seperti dengan namaya, TFN merupakan nomor wajib pajak men-temen selama kalian tinggal dan bekerja di Australia. Selama men-temen bekerja secara legal (on paper), tiap employer (para pemberi kerja) biasanya akan meminta data diri kalian, termasuk copy passport, visa, TFN dan no bank kalian untuk kerluan transfer gaji tiap minggunya.

Untuk mendapatkan TFN, men-temen hanya perlu daftar ke Australian Taxation Office (ATO). Bagi yang ingin mendaftarkan via online klik disini! untuk mengisi formulirnya.

Syarat TFN:

  1. Sudah berada di Australia.
  2. Pasport dan visa (kerja/sekolah) yang masih berlaku, plus alamat tempat tinggal kalian.

Untuk proses pembuatan TFN bisa memakan beberapa hari sampai tiga mingguan. Pengalaman pribadi, ATO mengirimkan TFN ke alamat saya setelah 8 hari kerja dari saya daftar.

Bank

Selanjutnya, hal krusial lain yang patut diprioritaskan adalah membuka akun bank.

Kenapa? Well, semua legal job disini memakai jasa perbankan I.k.i transfer langsung ke akun tabungan kalian untuk pembayaran gaji.

Commonwealth, NAB (National Australian Bank) dan ANZ (Australian-New Zealand Bank) adalah contoh beberapa bank yang ada di Australia.

Untuk membuat akun bank, men-temen hanya perlu datang ke bank cabang terdekat dengan tempat tinggal kalian. Asyiknya, untuk membuka akun bank di Australia kalian tidak  wajib untuk menyetor uang sama sekali. Untuk syarat pembuatan akun bank hampir sama dengan membuat TFN mentemen hanya butuh copy visa, passport dan alamat tempat tinggal. Membuat akun bank hanya butuh proses sehari-satu minggu dari hari kita mendaftar. Pihak bank akan mengirimkan kartu debit/credit kita plus detail bank kita langsung kealamat kita. Oh iya, mumpung masih di bank, kalian juga bisa langsung untuk membuat Superannuation atau akun super (semacam untuk pension). Beberapa tahun silam, untuk pemegang working-holliday visa, sebelum meninggalkan Australia, mereka bisa ‘mencairkan’ dana yang ada di akun Super mereka.

Siapa yang membayar atau mengisi akun Super kita? Employer (pemberi kerja). Employer / company tempat kita kerja selain mentransfer gaji, mereka juga mengirim slip gaji berupa rincian jam kerja, pajak , super yang dibayarkan dan total gaji yang kita terima via email. Slip inilah yang nanti berguna untuk extension visa 2nd year atau bahkan 3rd year working-holiday visa.

MYKI Card

Apa itu myki card? Myki merupakan kartu yang berfungsi sebagi tiket sarana transportasi dari bus, tram bahkan kereta yang digunakan di kawasan Victoria. Dimana dan bagaimana untuk mendapatkan Myki card? Myki card bisa di beli di retail outlet yang di authorized oleh V-Line (regional public transport for Victoria), seperti: 7-eleven stores.

Dari pengalaman pribadi dari membeli myki card, membuat akun bank beserta superannuation dan TFN semua saya lakukan di hari yang sama, yakni dihari ke-2 saya di Australia dengan WHV.

NB: peraturan dan ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu, so stay up-to-date yeah guys 😉

AIR TERJUN TURPINS, LANGLEY VICTORIA, AUSTRALIA

Kunjungan ke-2, lumayan rame dari pada kunjungan pertama

Selain cantik, air terjun turpins juga sangatlah menarik. Bagaimana tidak? Air terjun ini dikelilingi tembok bebatuan alami yang berbentuk lingkaran. Untuk menuju ke air terjun ini dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dari tempat tinggal saya, dan satu setengah jam-an dari Melbourne, dengan kendaraan pribadi.

Berlokasi di 155 Shillidays Rd, Langley, Victoria. Tempat ini masih lumayan tenang dan sepi. Sangat cocok bagi yang suka berwisata, tapi tak suka keramaian.

Di lengkapi dengan fasilitas parkir yang luas, men-temen tak perlu kuatir untuk parkir mobil. Jalan menuju kesana berdebu dan tanpa aspal. Dekat dengan kawasan ini, masih banyak pohon dengan edible fruits di sepanjang jalan, ada Blackberries dan sejenis cherry (entah apa namanya). Setibanya di lokasi ada jalan setapak yang tidak terlalu panjang, dengan anak tangga yang okeh. Pun anak kecil bisa menikmatinya. Oh iya di area air terjun tidak ada fasilitas umum, seperti toilet. Etapi, ada tempat untuk BBQ. Aussie kurang lengkap tanpa barbie.

Ada bebatuan besar dengan formasi dan bentuk yang menarik serta akar-akar dari pohon besar menjadi bingkai dan salah satu daya tarik lebih dari tempat ini.

Berenang, explorasi lewat jalan setapak, piknik, atau sekedar santai-santai menikmati pemandagan merupakan kegiatan yang men-temen bisa lakukan di tempat ini.

Meski cantik, air terjun Turpins telah memakan korban jiwa. Dulunya mereka yang datang ke air terjun ini, selain berenang mereka juga loncat dari tebing. Karena jarak tebing ke permukaan kolam air lumayan tinggi sekitar dua puluh meter, jadi kecelakaan saat loncat dari tebing dari luka ringan hingga kematian sudah terjadi disana. Di lokasi sendiri hanya papan himbauan tentang safety, but no safety guard. Kesimpulanya, keselamatan menjadi pilihan pribadi masing-masing.  

Meski papan himbauan terpampang dibeberapa titik pintu masuk dan tertera dengan jelasnya, tetang apa yang tidak boleh dilakukan. Tapi, masih banyak sekali pengujung yang tetap terjun bebas dari tebing – yang beresiko itu. Lantas pemerintah setempat sekarang menutup akses menuju tebing panjatan. Etapi kemarin ketika kesana masih ada lho beberapa pengunjung yang tetap nekad mencari-cari celah untuk bisa terjun dari tebing.  

https://nessdaily.blogspot.com/

TIPS;

-Sedia sunscreen dan cold drink (makanan juga oke)

-Handuk dan baju ganti.

-Mampir ke toilet sebelum ke Air terjun.

MOBIL VS MOTOR, MANA PALING UNGGUL?

Tahun ini meruapakan tahun ketiga saya tinggal di Australia. Transportasi pernah menjadi salah satu kendala dan memasung ruang gerak saya kala itu.

Saat baru datang, uang saku tak seberapa. Sedangkan pengeluaran lagi besar-besarnya, dari beli SIM card cellphone, nyari tempat tinggal dan tentunya kerjaan juga. Saat itu memilki kendaraan pribadi menjadi secondary, meskipun dari segi necessity sangat dibutuhkan. Apalah daya? Uang saku tak sampai.

Tiga bulan pertama saya kerja di farm, saya hanya ‘nebeng’ teman satu kerjaan – dengan ganti uang bensin tentunya. Uang bensin bisa dari $6 -10/ day, tegantung jarak tempuh.

=======

Kini saya sudah memilki kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil. Disini saya akan memaparkan Pros dan Cons dari masing-masing kendaraan, menurut pengalaman saya pribadi.

Motor (Scooter SYM 250CC)

Pros:

Hemat tentunya. Full tank capacity 15 liter (Premium unleaded), untuk jarak tempuh 250-300KM dan itu hanya butuh biaya $15-20an, plus extra 5 liter petrol di jerrycan selalu ada di bagasi

Untuk saat ini, karena jarak rumah saya dan kerjaan sangat dekat 10 menit, biasaya saya hanya mengisi bensin sekali per-tiga minggu, atau bahkan sebulan sekali.

Lempeng, scooter 250cc, dan freeway tempat saya tinggal hanya sampai 110 km, jadi motor digenjot diatas 100km-an masih tetep anteng.

Cons:

Oke untuk transportasi, tapi tidak untuk explorasi.

Cuaca. Meski motor tetap tanggung dan baik-baik saja  untuk dibawa berkendara. Tapi terkadang disaat cuaca sedang tidak asyik; berangin, hujan, winter dan seterusnya – saat itulah saya ubah haluan dengan berkendara mobil.

Melepas penat setelah seharian kerja

Mobil (Nissan Patrol)

Pros:

-Tangguh untuk medan Australia. Sangat cocok untuk road trip, atau untuk explorasi, camping dan kegiatan outdoor lainya. Dengan mobil men-temen tak perlu kuatir lagi tetang cuaca. Mau hujan, panas, winter, summer tak menjadi kendala.

-Praktis. Semua camping gear ada didalam mobil. Mana kala sedang berkendara dan nemu tempat asyik, biasanya saya bisa stay disana lamaaa – bahkan bermalam bagi yang memungkinkan.  

Cons:

Berat diogkos ciiin, sekali isi 95-an liter kalikan saja dengan tarif petrol yang berlalu. Sebagai perbandingan dengan $15 dengan rute dan jarak yang sama. Uang tersebut hanya untuk satu minggu cost petrol untuk mobil, sedang motor bisa sampai satu bulan.

=====

Nah, begitulah men-temen gambaran memilki motor dan mobil disni, mana paling unggul? Well, tergantung tujuan men-temen apa? Mau explorasi? Jelas mobil juaranya. Untuk sekedar transportasi dan berhemat? Men-temen tahu jawabanya.

*Note: menurut pendapat pribadi bagi temen-temen yang masih nomaden (berpindah-pindah) Mobil, bisa menjadi pilihan tepat. Sedang motor bisa menjadi alternative bila kalian sudah semi-settle baik tempat tinggal, maupun tempat kerja.

=======

Kalau menurut kalian gimana guys?

Baca Juga:

Tata Cara Membeli Kendaraan di Australia

Jalan – Jalan Dapat Uang

Tips Berhemat di Australia

TATA CARA MEMBELI KENDARAAN PRIBADI DI AUSTRALIA


Kendaraan sudah ada di Australia? Well, abaikan artikel ini.

Untuk kepraktisan dan demi tuntutan pekerjaan, memiliki kendaraan pribadi bisa dibilang salah satu prioritas, selain makan dan papan di Australia. bagi men-temen yang tinggal dan bekerja di kota besar seperti Melbourne, Sidney dst, tak punya kendaraan pribadi? No problem! Tinggal dan bekerja di kota-kota besar tak perlu kuatir dengan masalah transportasi, karena transportasi umum di sini sangat lah memadai.

Etapi bagi yang tinggal dan bekerja di sub-urban area.  Memilki kendaraan pribadi, patut di pertimbangkan. Kenapa?

Kebanyaan suburb memiliki jarak tempuh yang aduhai, jauuuhhh dari satu tempat ketempat lain. Contoh di central Queensland, Central Western Autralia, Notern territory dan daerah-daerah utara lainya. Mengendarai mobil berjam-jam, bahkan ratusan kilo berlalu boleh jadi kalian hanya bersimpangan dengan satu atau bahkan tidak ada mobil sama sekali. Banyak area ratusan kilo meter jauhnya dari satu kota ke kota lainya.  

Selain keadaan kendaraan yang memadai, fisik pengendara juga meski mengimbangi. Australia tough, Luas dan keras.

Untuk Australia bagian selatan, medan tempuh tidaklah segila bagian utara. Kebanyakan jarak satu kota kekota lain masih dalam radius 100-kman. Meskipun begitu tetap saja bagi yang tinggal di suburb, memilki kendaraan pribadi lebih banyak manfaatnya dari pada tidak.  

Lantas, bagaimana caranya untuk bisa membeli kedaraan pribadi di Australia?

Berikut bebeberapa poin penting yang perlu di perhatikan ketika hendak membeli kendaraan pribadi di Australia:

Dimana tempat untuk mencari kendaraan?

Beli kendaraan baru atau second hand? Kendaraan baru di Australia, harga selangit, etapi harga jual langsung drop meski kendaraan di pakai hanya dalam waktu singkat. For practical reason, saya memilih untuk membeli second hand. Dimana? Selain langsung mendatangi dealer kendaraan second hand langsung.  Kita juga bisa hunting di website seperti; Gumtree, site ini komplit. Selain jual beli, ada juga banyak peluang kerja.

Rego & RWC (Road Worthy Certificate)

Rego = Pajak kendaraan. Disini bayar pajak bisa dilakukan untuk pertiga bulan, enam bulan atau tahuan (satu tahun). 

RWC = Surat kelayakan kendaraan. Dikeluarkan oleh mekanik yang di authorize oleh VIC Road, untuk yang di Victoria.

Dari pengalaman pribadi ketika saya membeli kendaraan, saya selalu cek kondisi kendaraan, test drive dan nego tentunya hi..hi.. Selain itu saya hanya membeli kendaraan yang Rego dan RWC sudah termasuk dalam transaksi.

Sekedar gambaran harga untuk membeli kendaraan baik motor ataupun mobil. Harga yang saya bayarkan untuk mobil Nissan Patrol $14.000 termasuk rego 6 bulan dan RWC, saya beli langsung dari dealer. Untuk motor scooter 250 CC harga $ 3.500 termasuk rego 1 tahun dan RWC, beli via Gumtree.

Baca Juga:

Mobil vs Motor, mana paling unggul?

TIPS BERHEMAT DI AUSTRALIA

Sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya hidup di Australia terbilang mahal. Menurut vogue.com Australia termasuk negara 10 top termahal untuk biaya hidup setelah Denmark dan Ireland, dengan biaya hidup dan sewa index: 63.83.

Bagi men-temen yang datang ke Australia untuk ngumpulin $$$ gak mau ‘besar pasak, dari pada tiang’ kan? berikut beberapa tips berhemat selama kita di Australia:  

MAKANAN

Jajan diluar sesekali sih sah-sah saja, tapi tidak tiap hari ya guys, kenapa? Sekedar informasi, harga satu porsi makanan beserta minuman bisa berkisar dari $7 – $15 setara Rp. 70-150 ribu-an. Silahkan hitung sendiri.

Tips:

Masak sendiri. Bila jadwal kerjaan men-temen padat merayap, cook-ahead meals bisa menjadi salah satu solusi. Pengalaman pribadi, saya meluangkan waktu 1 hari penuh hanya untuk belanja dan memasak.

Untuk belanja Aldi, Coles dan Woolworths merupakan supermarkets yang mendominasi di Australia. Selalu check katalog online mereka untuk mendapatkan deal paling okeh. Secara pribadi, dari ketiga retailer, Aldi juara untuk masalah harga, meskipun tanpa diskon harga barang di Aldi mayoritas paling kece dibangingkan dengan dua pesaingnya.  

Sekali masak, masak banyak sekalian. Porsi makanan kedalam plastic zip-lock, lalu simpan makanan di freezer. Jadi makanan, selalu siap. Biasaya malam hari saya selalu pilih menu makanan yang ada di freezer, kemudian saya pindahkan item makanan dari freezer ke kulkas, jadi esok harinya makanan tidak lagi beku dan tinggal dipanasin di Microwave untuk beberapa menit dan Voila!

AKOMODASI

Biaya akomodasi sangat lah beragam, tergantung dari lokasi dan jenis akomodasinya apa. Ada rumah, apartement/ flat, hostel, farmhouse dan share house.  Untuk tinggal di Apartment 2 kamr di kota, contoh Melbourne men-temen perlu merogoh kocek setidaknya $900-$1.000-an keatas/ week. Bisa lebih hemat kalau share dengan teman, jadi biaya sewa tinggal dibagi berapa orang yang tinggal disana. Untuk hostel di kota, terbilang cukup terjangkau,apa lagi kalau kita pilih kamar dorm yg satu ruangan diisi rame-rame dengan bunk bed. Kisaran harga permalam di hostel relative dari $20 -$ 100.

Semakin jauh dari pusat kota, biaya akomodasi cenderung lebih terjangkau. Saya pribadi sebenarnya lebih suka tinggal di daerah Suburb. Tahun pertama sewaktu berladang saya mencoba untuk tinggal di share house, satu keluarga Aussie yang punya free-room. Biaya sewa per minggu kala itu $ 120 sudah termasuk bill. Pernah juga di Farmhouse, sesuai dengan namanya akomodasi ini berlokasi di lading tempat saya bekerja kala itu. Untuk biaya biayanya sendiri hanya $80/ week, bill, internet dst sudah included. Ini opsi paling keceh bagi men-temen yang suka dengan tempat dan mau menabung lebih. Karena akomodasi satu lokasi dengan tempat kerja, otomatis memotong biaya untuk transportasi.  

TRANSPORTASI

Berbicara tentang transportasi. Kita meski pikirkan matang-matang sebelum kita mengambil suatu pekerjaan. Australia sangat luas men. Meski negara maju, transportasi umum di Australia so pasti lebih advance juga dibanding dengan negara berkembang. Oh well, bisa iya bisa tidak. Untuk daerah perkotaan men-temen tak perlu kuatir tentang transportasi, pilihan banyak dari bus, train, tram dan hampir semua tepat waktu. Berbanding dengan keadan yang nge-farm. Mayoritas farm-farm di Australia jaraknya bueh, jauuuh banget. Terkecuali kalau kalian tinggal di farmhouse, beda cerita.

Memiliki kendaraan pribadi bisa dibilang sangat krusial. Apa lagi bila tempat tinggal dan tempat kerja jaraknya jauh. Ada beberapa opsi, apa bila men-temen tidak memiliki kendaran pribadi yaitu: nebeng temen kerja, tentu bayar bensin dong. Biasanya antara $5-10 PP *tergantung jarak tempuh dan si doi empunya mobil yang pasang tatif*

Bagi men-temen yang ingin memilki kendaraan pribadi baca selengkapnya di:

JALAN – JALAN DAPAT UANG

Siapa yang ngak kepengen, bisa jalan-jalan keluar negeri dan dapat gaji?

Bisa berpetualang ke negara maju seperti negeri kanguru, Australia sekalian ngumpulin pundi-pundi dollar. Hmmm, mengiurkan bukan? Bagi kita warga negara Indonesia, kita bisa memanfaatkan peluang kerjasama antara pemerintah Australia dan Indonesia. Working Holliday Visa, Yups. Visa yang memperbolehan kita-kita tinggal untuk berwisata dan bekerja di Austtralia selama 1 tahun penuh. Visa ini juga di perpanjang sampai 2, bahkan 3 tahun.

Oh well, sudah hampir tiga tahun saya berada di Australia. Meskipun tinggal diluar negeri terdegar mengiurkan, suka duka pasti ada.  Apa saja suka duka selamat saya tinggal di Australia?

Mari dimulai dari bagian suka-nya:

  • Tempat baru dan teman- teman baru.

Sering berpindah-pindah dari negara bagian satu, ke negara bagian yang lain. Sudah barang pasti kita juga bertemu dengan wajah-wajah baru dari berbagai belahan dunia.

  • Isi dompet makin gimbul.

Gimana engak say? Kerja per jam dibayar dengan upah minimal $ 22.xx (*update upah minimal tahun 2019 mulai dari $23xx). Bayaran lebih tinggi kalau kita kerja di hari sabtu dan minggu, atau hari libur nasional.

BACA JUGA:

TIPS BERHEMAT DI AUSTRALIA

CARA DAFTAR WORKING-HOLLIDAY VISA AUSTRALIA

SHOCK CULTURE

Okay, sekarang kita bahas tentang bagian dukanya yeah?

  • Jauh dari keluarga, sanak saudara dan men-temen.

Ya iya lah. Tahun pertama disini saya benar-benar sendiri. Di bulan ke-10 untuk pertama kalinya, saya bertemu dengan orang Indonesia. Ketika saya tinggal di Cairns, saya bertemu dengan pasangan suami-istri asal Bali yang membuka usaha di sana.

  • Culture shock (?)

Hmm, bisa dibilang deminkian. Cara pandang dan cara bersosialisasi orang Indonesia dan Penduduk Australia, maupun dari negara lain mungkin sedikit berbeda. Di sinilah cross cultural understanding sangat membantu.  

  • Semua serba mahal.

Ada yang punya kebiasaan makan dengan jajan diluar? Nah lo! *tunjuk diri sendiri* siap-siap saja ya, masak sendiri, belanja sendiri, apa-apa serba sendiri. Untuk expense dari akomodasi, transportasi dan makanan terbilang lumayan mahal. Siap berhemat ya guys 😉

Dari Liburan & Bekerja Menjadi Pelajar di Australia

Berlibur, Bekerja & Bersekolah di Australia. Semua yang saya tulis di sini berdasarkan pengalaman pribadi saya selama tinggal hampir 3 tahun di Australia.


Berkunjung sebagai Turis.

Tahun 2014 untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di negri kanguru. Kala itu saya datang sebagi turis, tentu saja saya datang dengan tourist visa. Saya menghabiskan hampir satu bulan untuk mengunjungi Sidney, Melbourne, Cairns dan sekitarnya. Baca disini untuk lebih lebih detailnya sebagi turis di Australia.

Dari perjalanan perdana saya di Australia membuka mata saya tentang peluang untuk bekerja dan berlibur lebih lama di Australia, yaitu dengan memanfaatkan Working and holiday visa (WHV). Good news, buat men-temen yang tertarik untuk datang ke Australia dengan WHV, pemerintah Australia dari tahun ketahun menignkatkan jumlah quota dan bahkan tahun untuk warga negara Indonesia. Dari awal Indonesia hanya di batasi dengan quota sebanyak 500 ke 1000 quota/ tahun dan dari hanya satu tahun, menjadi 2 tahun bahkan bisa di perpanjang hingga 3 tahun aktif mulai 2019. Untuk info lebih lanjut mengenai syarat dan cara untuk memperoleh working holiday visa Australia, klik di sini.

WHV angkatan saya hanya dapat 2 tahun kala itu, oh well. Lanjut, di penghujungworking holliday saya yang hampir expired. Kala itu hanya tinggal 5 minggu, entah dari mana sampai akhir nya terbesit keinginan untuk stay lebih lama di Australia dengan cara apply student visa onshore. Dan itu lah yang saya lakukan.

Hidup di Autralia sebagi pelajar sangatlah berbeda dengan kehidupan sebagain WHV warrior. Ada Batasan waktu kerja yakni 20 jam per fortnight (2 minggu).

WordPress.com.

Up ↑

Create your website at WordPress.com
Get started